Telp : (0451) 423567 | Email : bpkd.seluma20@gmail.com
BPKD Kabupaten Seluma
#dirumahaja

Seluma Dapat Dana Hibah Rp. 13 Miliar Dari BNPB



Seluma Dapat Dana Hibah Rp. 13 Miliar Dari BNPB
-

SELUMA – Keluhan masyarakat di sepanjang garis Pantai Muara Maras soal banjir luapan air laut atau Rob akan segera teratasi. Pasalnya, di tahun 2020 mendatang Pemkab Seluma mendapatkan dana alokasi Khusus (DAK), hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 13 miliar. Dana ini digunakan untuk pembangunan break water atau penahan gelombang di sepanjang bibir pantai tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD),Seluma, Deddy Ramdhani, SE, M.SE, MA mengatakan kucuran dana itu akan dikelola BPBD Seluma yang sesuai petunjuknya untuk penanggulangan bencana di Kabupaten Seluma.
“Ya kita menerima DAK Rp 13 miliar dari BNPB tahun depan untuk pembangunan breakwater di Pantai Muara Maras,” terang Deddy.

Dengan adanya dana ini kata Deddy, dipastikan keluhan masyarakat di sepanjang bibir pantai Desa Muara Maras, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) yang selama ini menjadi langganan banjir Rob dapat diatasi.
“Untuk teknis dan realisasinya nanti kita serahkan ke BPBD. Silakan terapkan sesuai peruntukannya tersebut,” ucapnya.

Terpisah Kepala BPBD Seluma Arben Muktiar, M.Si mengatakan saat ini pihaknya sudah merancang pembangunan penahan gelombang tersebut. Penahan gelombang yang ada baru dipasang di bibir pantai Desa Padang Bakung. Sedangkan untuk Desa Muara Maras memang belum dibangun. Sehingga terus menjadi langganan banjir Rob.
“Jadi penahan gelombang yang akan kita pasang, melanjutkan yang telah ada saat ini. Atau disepanjang bibir pantai Desa Muara Maras,” kata Arben.

Arben mengakaui selama ini masyarakat di Desa Muara Maras menjadi langganan banjir Rob, yang sering menimbulkan dampak atau kerugian yang tidak sedikit dialami oleh warga Desa Muara Maras. Namun karena keterbatasan anggaran di APBD, pembangunan penahan gelombang ini sulit diwujudkan hingga akhirnya pihaknya mengusulkan bantuan dana ke BNPB.
“Usulan kita diakomodir, BNPB mengabulkan dengan mengucurkan dana hibah Rp 13 miliar ini,” tukasnya.

Mengenai bentuk penahan gelombang yang akan dibangun, Arben mengatakan masih dilakukan kajian. Apakah akan dipasang beton seperti yang sudah terpasang saat ini atau dipasang batu besar yang disusun disepanjang garis pantai.
“Apapun nanti bentuknya yang akan dibangun, tujuannya untuk memecahkan ombak dan menahan air laut agar tidak masuk dan menggenangi pemukiman warga seperti yang terjadi saat ini,” pungkasnya.(aba)